TARAKAN, KOTA DENGAN DEFLASI TERTINGGI DI KALIMANTAN
Inflasi dan deflasi turut mempengaruhi beberapa kota besar di selengkapnya...

SEPULUH KOMODITAS UTAMA PENYUMBANG INFLASI DAN DEFLASI
Seperti diketahui bahwa bulan Agustus 2019 terjadi deflasi sebesar selengkapnya...

PEMPROV KALTARA PUNYA ENAM ASRAMA MAHASISWA DI TIGA KOTA BESAR
SATU DARI ENAM ASRAMA TERSEBUT MENJADI ASET PEMPROV selengkapnya...


SEPULUH KOMODITAS UTAMA PENYUMBANG INFLASI DAN DEFLASI

Diposting pada : Rabu, 02 Oktober 2019 - 07:45:16

Oleh : admin sistem

Seperti diketahui bahwa bulan Agustus 2019 terjadi deflasi sebesar -0,92 persen yang dipengaruhi oleh turunnya beberapa kelompok seperti kelompok transportasi dan komunikasi sebesar-4,88 persen dan kelompok bahan makanan sebesar -1,03 persen. Sementara kelompok yang mengalami kenaikan harga ada pada kelompok sandang sebesar 0,27 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen serta kelompok Pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,00 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis barang/jasa yang tertinggi penyumbang inflasi dan deflasi pada bulan Agustus 2019 ada pada cabe rawit, dimana sumbangan inflasinya mencapai 0,2430 persen, sementara jenis barang/jasa yang tertinggi penyumbang utama deflasi terdapat pada angkutan udara sebesar -0,0198 persen.

Berikut adalah jenis barang/jasa yang tertinggi penyumbang utama inflasi bulan Agustus 2019, diurutan pertama ada pada cabe rawit sebesar 0,2430 persen, cabai merah sebesar 0,0551 persen, kayu balokan sebesar 0,0229 persen, apel sebesar 0,0200 persen, emas perhiasan sebesar 0,0117 persen, pir sebesar 0,0117 persen, the sebesar 0,0100 persen, mujair sebesar 0,0088 persen, jeruk sebesar 0,0070 persen dan wortel sebesar 0,0059 persen.

Sedangkan jeins barang/jasa yang tertinggi penyumbang utama deflasi bulan Agustus 2019 terdapat pada angkutan udara sebesar -0,6985 persen, bawang merah sebesar -0,2596 persen, laying/benggol sebesar -0,1312 persen, bandeng/bolu sebesar -0,0658 persen, tomat sayur sebesar -0,0531 persen, kangkong sebesar -0,0240 persen, bawang putih sebesar -0,0211 persen, telur ayam ras sebesar -0,0198 persen udang basah sebesar -0,0138 persen, dan kol putih/kubis sebesar -0,0106 persen.

Untuk perkembangan deflasi non angkutan udara di bulan Agustus 2019 sebesar -0,22 persen, sedangkan pada tiga bulan sebelumnya yakni Juli 2019 mengalami deflasi sebesar -0,28 persen , sementara pada bulan Juni 2019 mengalami inflasi sebesar 0,40 persen dan Mei 2019 juga mengalami inflasi sebesar 0,34 persen.(Bid.Statistik/els)

Sumber : BPS Kaltara